Ketakjuban yang mendalam menyergap sanubari Nobita kala matanya terpaku pada layar televisi. Ia menyaksikan sebuah tayangan iklan di mana seorang wanita yang tengah menyesap secangkir teh hangat mendadak terangkat oleh hembusan angin dan melayang anggun menembus angkasa. Terbakar oleh rasa penasaran yang membuncah mengenai rahasia di balik kemampuan terbang tersebut, Nobita melontarkan pertanyaan penuh keheranan pada Doraemon. Dengan nada bicara seorang ahli, Doraemon menjelaskan bahwa itu hanyalah trik kamera belaka. Sang robot kucing mencoba mengurai dogma teknologi bernama Kroma-key (efek layar hijau/biru)—sebuah teknik pascaproduksi di mana subjek yang diambil di hadapan latar berwarna solid digabungkan dengan rekaman latar belakang lain. Namun, segala penjelasan ilmiah tersebut menguap begitu saja, menyisakan Nobita dalam labirin kebingungan yang absolut.
Demi meruntuhkan dinding ketidakpahaman sang sahabat, Doraemon akhirnya merengkuh sebuah gawai produksi visual tingkat lanjut bernama "Perangkat Studio Kroma-key Portabel" (Kuromakī Setto). Eksperimen pun dimulai. Pertama-tama, Doraemon meluncurkan "Satelit Pengintai Spasial" (Supai Eisei) ke angkasa untuk menangkap panorama lanskap luar secara langsung dan menampilkannya di layar monitor. Selanjutnya, Doraemon berdiri dengan angkuh di depan lembaran layar hijau, sementara sebuah kamera menangkap siluet tubuhnya. Begitu tombol konsol pencampur visual (mixer) ditekan, sebuah mukjizat optik tercipta di atas layar kaca: kedua proyeksi gambar tersebut melebur menjadi satu entitas mutlak, menampakkan ilusi luar biasa di mana Doraemon tampak tengah terbang melintasi cakrawala!
Namun, keajaiban sains tidak berhenti sampai di situ. Batas antara fiksi dan realitas seketika runtuh ketika Nobita menatap keluar jendela; di sana, di dalam bentang alam yang nyata, sesosok Doraemon fisik benar-benar terlihat sedang melayang di angkasa, bergerak presisi mengikuti simulasi yang terpampang di layar monitor! Gawai futuristik i