Ketika pemerintah Thailand mengumumkan rencana untuk mengosongkan brankasnya guna melunasi pinjaman IMF, sekelompok mafia lokal merancang skema perampokan besar-besaran: mereka akan mencuri cadangan emas negara itu. Mereka menyewa Navin yang terkenal kejam, mantan pembunuh bayaran militer, untuk memimpin operasi yang melibatkan semua pencuri terbaik di negara itu. Pemerintah mengirim Letnan Pakorn, kepala Biro Kontra-Terorisme, untuk melacak Navin. Saat kedua pria itu mencoba mengakali satu sama lain, para perampok berlomba melawan waktu untuk melakukan perampokan terbesar dalam sejarah Thailand.