Terlilit masalah ekonomi dan utang pinjol, tiga sahabat yang dijuluki "Trio Gagak" menemukan buku mantra kuno. Mereka mencoba pesugihan "tanpa tumbal" dengan menjual sate gagak di tengah malam. Pelanggan mereka ternyata adalah genderuwo, pocong, hingga kuntilanak yang membayar mahal. Meski sempat kaya raya, mereka akhirnya diteror oleh para demit yang terus menagih sate dengan rakus