Pekanbaru Hari Ini mengisahkan dua hati yang terpisah oleh jarak antardunia, namun terhubung oleh perasaan yang sama. Marta, seorang manusia biasa yang tinggal di Kota Pekanbaru, menjalani hidupnya dengan berusaha menjadi lebih baik meski harus berdamai dengan luka, kesepian, dan patah hati yang belum sepenuhnya sembuh. Di tengah hujan yang turun hampir sepanjang hari, Marta memilih berjalan bersama kesedihannya, membiarkan air hujan menjadi saksi air mata yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun.
Di sisi lain semesta, Princess Zora, seorang gadis alien dari Planet Unicorn, hidup di tengah kemegahan kosmos dan statusnya sebagai putri. Namun di balik cahaya bintang dan istana kristal, Zora merasakan kehampaan yang sama. Tanpa hujan, tanpa suara, ia tetap mampu merasakan pedih yang dialami Marta di Bumi, seolah setiap tetes hujan di Pekanbaru juga jatuh di hatinya.
Cerita ini bergerak perlahan, mengikuti satu hari yang sederhana namun sarat makna: hujan, air mata, dan percakapan batin yang tak pernah benar-benar terucap. Pekanbaru dan Planet Unicorn menjadi dua latar yang kontras, namun disatukan oleh rasa kehilangan, harapan yang rapuh, dan keteguhan untuk tetap bertahan.
Pekanbaru Hari Ini bukan tentang pertemuan, melainkan tentang merasakan bahwa meski terpisah jarak dan takdir, dua hati dapat saling menyentuh dalam diam. Sebuah kisah reflektif tentang hujan sebagai pelukan terakhir bagi hati yang patah, dan tentang bertahan hidup meski luka belum sepenuhnya pergi.