0Mengikuti
5Pengikut
9Suka
“Pi tidak memiliki akhir, dan orang pun hanya mengingat bagian awalnya.”
0 Ditonton
“Ayo kita ngobrol, seperti saat pertama kali kenal.”
1 Ditonton
“Waktu mendorong sumpah lama, kita berdua kini sulit kembali seperti dulu.”
2 Ditonton
“Ingatan sudah kabur, lalu dengan apa lagi aku bisa mengenang?”
7 Ditonton
“Karena emosi burukku terlalu banyak, jadi bukan salahmu jika kau tak mampu menyelamatkanku.”
“Sisa-sisa masyarakat, kebanggaan kecil ibu.”
“Aku sudah tidak bisa membedakannya lagi, apakah ini cinta atau sekadar obsesi.”
11 Ditonton
“Ketika sudah tak berdaya, orang-orang biasanya suka berkata ‘biarlah apa adanya’.”
9 Ditonton
“Sekalipun berhadapan dengan jutaan orang, aku tetap maju tanpa ragu.”
22 Ditonton
“Lagi pula di sini tidak ada orang, coba ceritakan satu saja penyesalanmu.”
“Aku memperlakukanmu berbeda dari orang lain, namun kau tetap tak mengerti.”
4 Ditonton
“Aku masih terjebak dalam kenangan tentangmu, hingga tak sanggup mengangkat kepala.”
Topik hari ini: “Bagaimana rasanya menyerah pada orang yang kita sukai”
19 Ditonton
Yang ditakuti seorang prajurit bukanlah kematian, melainkan tidak pernah benar‑benar hidup. #Pesona
6 Ditonton
“Seseorang yang hanya tahu menunggu tidak akan memperoleh hasil apa pun.”
26 Ditonton
“Aku paling benci minta maaf setelah kejadian!”
3 Ditonton
“Kesalahan bisa diperbaiki, tetapi jika sudah terlewat, maka benar‑benar takkan kembali.”
“Menyatukan kedua tangan untuk menjadi dewa bagi diri sendiri, merentangkan kedua tangan agar dapat
86 Ditonton
Cinta mampu mengatasi jarak, sejauh apa pun kita harus tetap bersama.
35 Ditonton
“Aku ingat harum bunga ini, maka aku takkan menyesali waktu yang telah berlalu.”
92 Ditonton
Tidak ada hasil relevan yang ditemukan