0Mengikuti
0Pengikut
0Suka
Istri sudah mati, seharusnya aku sedih—ini jelas tragedi—tapi malah aku tertawa terbahak-bahak.
0 Ditonton
“Asal Pakai Bahasa Jepang, Gaya Gambar Langsung Berubah Drastis”
“Memanaskan arak untuk merokok *, lalu memeluk kekasih dan membawanya pulang”
Pisau sudah masuk ke perut, apakah mi agar-agar itu masih bisa disebut mi agar-agar?
Dua ranjau edisi langka yang ada di Nangguo, Huang Silang sudah pegang satu—kemampuannya memang luar
Setelah menyelesaikan gerakan ini, Chen Kun langsung menyesal—dia ingin Jiang Wen memotongnya, tapi
“Ayo, Biar Pak Tang Ceritakan Kisah Sedih untuk Semua”
Tak masalah, kamu suntik aku satu kali, aku juga suntik kamu satu kali.
1 Ditonton
“Kalahkan nyonya sekaligus kehilangan pasukan”
“Naskah sekeras ini, langsung ketahuan siapa sutradaranya.”
Perjuangan warga biasa di tengah intrik kekuasaan kelam! Berani bilang kamu tidak dizalimi?
5 Ditonton
Film-film Jiang Wen biasanya sulit dipahami orang awam, tapi dialog-dialognya benar-benar mencermink
Kalau soal “mengekspor” budaya, aku cuma ngaku kalah sama Jiang Wen—ini bener-bener nampol banget!
Inilah seharusnya dialog yang sejati dalam film-film Jiang Wen......
Hu Jun: Beri saya satu menit lagi, saya bisa menyaingi ketenaran sang sutradara!
Jiang Wen: "Film-film bagus semuanya bukan dibuat oleh anak muda."
2 Ditonton
Dasha: Aku mendapat uang dari mengelola akademi militer "Dongdian", kau malah memperlakukanku sepert
"Kemampuan dialog sehebat ini, mungkin hanya Jiang Wen yang punya."
Betapa menyedihkannya menjadi produser Jiang Wen, orang paruh baya yang berakting sebagai anak berus
Pangsit dengan arak semakin nikmat saat dimakan, setiap kalimat penuh perhitungan, seru sekali melih
Tidak ada hasil relevan yang ditemukan