0Mengikuti
7Pengikut
3Suka
“Saat hidup, aku putri Dinasti Tang; saat mati, aku bibi kaisar Dinasti Tang.”
0 Ditonton
“Lihat, rumah besar ini bisa memakan orang.”
“Di mana ada keadilan, aku rela mati seratus kali tanpa penyesalan”
Siapa sangka budak tua yang pendiam di kelenteng itu ternyata kakek kandung nyonya muda—tapi sekaran
3 Ditonton
“Ayah Suri, bolehkah aku menjadi Putri Mahkota?”
1 Ditonton
“Aku lebih memilih hidup hanya dua puluh dua tahun daripada harus merendahkan diri sampai usia tujuh
“Asalkan benar, apa salahnya istri mendukung suami?”
Ratu kecil yang doyan kacang kenari sekaligus bisa susun bidak catur dengan sangat rapi
2 Ditonton
“Cinta beda usia itu sudah dimulai dengan melupakan—dan dia bahkan tak mampu melakukan itu.”
“Ketika tokoh utama perempuan bilang dia cuma ‘bunga layu yang hancur’, dia berkata, ‘Di dunia ini,
“Aku hanya peduli pada rakyat jelata; baik buruk serta jasa dan kesalahanku biarlah generasi mendata
“Aku bisa menggunakan satu miliar untuk membeli keadilan yang dulu pernah hilang dariku.”
"Dia adalah mawar yang tak pernah menyerah, dan putranya adalah cahaya bulan yang mulia dan bersinar
12 Ditonton
“Aku lebih memilih menderita daripada mati rasa. Kamu menjadi seorang ibu, orang lain tidak akan men
"Shou Wang adalah orang yang pendiam, tapi dia suka melihatku bergerak." Selama aku menyukainya, dia
“Kadang orang bertanya kepada saya, menurut Anda berapa jumlah hakim perempuan yang cukup di Mahkama
"Ibu, bolehkah aku berhenti kerja saja?" Padahal kamu sudah mendengarnya kok
9 Ditonton
"Apalah arti pengganti, hanya pekerja biasa yang hina," kakak ini sama sekali tidak cocok dengan gen
"Di luar kamu adalah menantu raja, aku adalah putri, di rumah aku adalah putra mahkota, kamu adalah
27 Ditonton
Zijuan | "Aku akan pergi, ke arah selatan, menemani Nona Lin"
Tidak ada hasil relevan yang ditemukan