0Mengikuti
0Pengikut
0Suka
Saat emosi memuncak, akal sehat sudah tidak pernah menang lagi
0 Ditonton
“Menara tinggi pada akhirnya menyesatkan masa muda, kebebasan cepat atau lambat akan mengacaukan sis
2 Ditonton
Berikanlah aku setetes air mata, dan aku akan melihat seluruh lautan di dalam hatimu.
1 Ditonton
Saya sedang berusaha berdamai dengan emosi saya sendiri
“Yang menjadi tenang seiring berjalannya waktu bukan hanya perasaan.”
Perasaan mengikuti angin, kita berdua pun terserah.
Manusia pada suatu saat tiba-tiba dewasa; bukan karena telah belajar untuk tegar, melainkan karena b
5 Ditonton
"Benda-benda yang menarik sebaiknya tidak dibagikan kepada orang yang asal-asalan."
Belakangan aku belajar untuk diam, tak lagi menantikan hasil.
Tidak usah minta maaf, toh nanti juga tetap akan minta maaf lagi.
Penyesalan terbesar di dunia adalah: kamu pernah datang, tetapi tidak bisa menemani sampai akhir.
18 Ditonton
Jangan perlakukan aku dengan sikap yang naik turun begitu. Kalau begini, kamu aja yang capek, aku ma
Mencintaimu berarti jatuh cinta pada kesepian.
Aku bisa menanggung sepuluh kali lipat penderitaan, tapi aku tak sanggup menerima sedikit pun ketida
3 Ditonton
Kalau nanti aku berbaring di pelukan orang lain sambil terus memikirkanmu, apakah kamu akan merasa s
Waktu, meninggalkanku di alun-alun yang sepi tak berpenghuni.
Tolong, biar hanya terpesona sebentar saja
Kalau kamu mau menang, ya menang saja. Aku nggak mau main lagi.
"Saya sangat takut. Saya telah bekerja keras untuk mencapai hasil, tetapi hasilnya masih belum sebai
17 Ditonton
Tidak ada hasil relevan yang ditemukan
Tidak ada lagi konten yang lain