0Mengikuti
0Pengikut
0Suka
Para penulis skenario di masa lalu pasti pernah membaca Kumpulan Tulisan Mao, merah sekaligus profes
0 Ditonton
“Mereka takut kehilangan gelar otoritas sebagai pakar”
3 Ditonton
“Hanya dengan satu kalimat ‘Bu, tunggu Ibu pulang untuk makan’, barulah aku mengerti mengapa lukisan
“Perwakilan perempuan: Kalau tidak belajar dan tidak bekerja, untuk apa lagi memperjuangkan kesetara
1 Ditonton
“Jangan dipukul, gendang itu dibentangkan dengan kulit kakak perempuanmu” “Bodhisattva, apakah Engka
“Mana ada bunga yang tidak menghadap matahari, ia bermain bersama si kecil”
“Kebenaran perlu diuji melalui praktik, apakah ini juga mau kamu ragukan?”
“Qu Jing, jangan mempertentangkan perkataan pimpinan sehingga menimbulkan kekacauan”
“Kamu kan tumbuh besar dengan makan dari kuali bersama-sama, apa sampai kelaparan mati?”
“Apakah di benak kita hanya ada uang?”
“Ini jelas-jelas memaksa kita menanggung penderitaan untuk kedua kalinya”
“Menganggap Bukharin sebagai leluhur bukanlah suatu kebetulan”
“Terjemahkan, apa itu ‘rakyat yang patuh’”
“Mengungkap masalahnya, sekalipun seratus tahun pun saya tidak akan mengubah ucapan”
4 Ditonton
“Bahkan pelacur pun bisa bangkit untuk bekerja, dari mana datangnya semangat kerja mereka?”
“Butuh berapa tahun untuk benar-benar memahami opera model?”
“Dengan adanya pasal ini dalam Koleksi Penuh Karya Lenin, tanah pun bisa disewakan”
“Dari barang peninggalan kuburan di dunia lama hingga penggali kubur, betapa besar perubahannya!”
“Kami tidak akan memulai pertempuran terlebih dahulu, namun arah perjalanan kita tidak boleh berubah
Dulu para penulis skenario pasti semua membaca Kumpulan Tulisan Mao Zedong, merah sekaligus profesio
Tidak ada hasil relevan yang ditemukan