🎧 Title: Banyak Pria Mati di Usia Dua Tujuh, Tapi Kita Kubur Mereka di Tujuh Puluh Dua
🎶 Original Song & Lyrics: Atraidez
🎤 Vocals: Atraidez
🎼 Genre: Rock / Alternative / Reflektif
📀 Release: 2026
“Banyak Pria Mati di Usia Dua Tujuh, Tapi Kita Kubur Mereka di Tujuh Puluh Dua” adalah lagu original yang berbicara tentang kematian yang tak selalu berarti berhenti bernapas. Tentang mimpi yang padam lebih dulu, semangat yang terkubur perlahan oleh tuntutan hidup, dan identitas yang hilang sebelum usia menua.
Liriknya sederhana namun pahit: banyak orang terlihat hidup hingga usia lanjut, tetapi jiwanya telah mati jauh sebelumnya. Lagu ini merekam kelelahan emosional, tekanan sosial, dan kompromi-kompromi kecil yang perlahan menghabisi api dalam diri seseorang.
Dibalut aransemen rock alternatif yang muram dan atmosferik, lagu ini mengajak pendengar untuk berhenti sejenak—merenung, mengingat, dan bertanya pada diri sendiri: apakah kita masih hidup sepenuhnya, atau hanya bertahan sampai hari pemakaman?
Lagu ini bukan tentang menyalahkan siapa pun. Ia adalah pengakuan jujur, sekaligus peringatan sunyi agar kita tidak ikut dikubur sebelum waktunya.
🎵 Semua musik dan lirik dalam karya ini adalah ciptaan original.
🎬 Video Footage Information:
Some visual footage used in this video is obtained from free stock footage sources.
The original creator allows free commercial use and reuse by multiple users.
The same footage may be used by other creators under the same license.
This video does not claim exclusive ownership of the visual footage.
Original footage source:
https://www.youtube.com/watch?v=m4cvaW-lnfc
Source channel:
https://www.youtube.com/@MontrealWalkingTours
#UsiaDuaTujuh
#QuarterLifeCrisis
#LaguOriginal
#RefleksiHidup
#RockAlternatif
#MusikEksistensial
#LaguKehidupan
#IndieIndonesia
#Atraidez
#MaknaHidup
#LaguSunyi
📩 Untuk kerja sama, lisensi, atau pertanyaan lainnya:
eldo.atraides@gmail.com
#MerdekaSelisih2Hari
#GajiSelisih20Juta
#LaguOriginal