Jadi, pembalasan Zabuza terhadap Gato bukan sekadar tentang membunuh seseorang yang telah mengkhianatinya. Momen tersebut menjadi begitu berkesan karena Zabuza akhirnya menunjukkan bahwa di balik sosoknya yang dikenal kejam dan dingin, masih ada rasa peduli, kesetiaan, dan penghormatan kepada Haku.
Dalam kondisi tubuh yang sudah hampir nggak mampu bergerak, Zabuza tetap memaksakan dirinya untuk berdiri dan menghadapi semua anak buah Gato. Bukan demi uang, bukan demi nama besar, tetapi sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Haku dan sekaligus membalas penghinaan Gato terhadap orang yang paling setia kepadanya.
Itulah yang membuat adegan Zabuza melawan Gato terasa begitu emosional. Zabuza memang sudah terlambat menyadari betapa berharganya Haku baginya, tetapi setidaknya sebelum mengembuskan napas terakhir, dia masih sempat memberikan satu bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang selalu berada di sisinya. Dan mungkin justru karena itulah, pembalasan Zabuza kepada Gato menjadi salah satu momen paling berkesan di awal cerita Naruto.