Latar belakang film Keluarga Super Irit adalah adaptasi dari komik Korea Selatan tentang keluarga Sukaharta yang terpaksa menjalani gaya hidup hemat ekstrem setelah sang ayah, Toni Sukaharta, mengalami pemotongan gaji. Film ini berfokus pada usaha keluarga tersebut untuk bertahan hidup di tengah kesulitan ekonomi sambil menghadapi berbagai masalah dan memperkuat keharmonisan keluarga.
Latar belakang cerita
Adaptasi: Film ini adalah adaptasi dari komik populer Korea Selatan yang dibuat oleh Yim Changho berjudul Saving Family. Cerita telah disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia.
Keluarga Sukaharta: Film ini dibintangi oleh keluarga Dwi Sasono, yang memerankan keluarga Sukaharta: Toni (ayah), Linda (ibu), serta ketiga anak mereka, Billy, Sally, dan Kenny.
Tekanan Ekonomi: Cerita bermula saat Toni kehilangan pekerjaan, yang kemudian memaksa keluarganya untuk menerapkan gaya hidup frugal living (hemat) ekstrem untuk bertahan hidup.
Situasi yang Memburuk: Setelah mengalami pemotongan gaji, keluarga ini harus pindah dari rumah kontrakan mereka ke tempat yang lebih sempit, yaitu bekas kandang burung di atas sebuah ruko.
Konflik: Kehidupan keluarga semakin rumit karena harus menghadapi masalah baru, seperti ancaman kehilangan rumah lama dan saudara yang ingin menumpang tinggal.
Pesan film
Film ini menggunakan sentuhan humor untuk menceritakan perjuangan keluarga menghadapi kesulitan.
Melalui berbagai trik hemat yang unik, film ini menunjukkan pentingnya kebersamaan keluarga dan bagaimana cara bahagia di tengah kesederhanaan.
Pesan utamanya adalah bahwa hidup hemat bukan berarti pelit, tetapi cerdas dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.