Di Gyeongseong tahun 1932, Lee Ga-kyeong dikenal sebagai pencopet ulung dengan tangan yang sangat cepat. Tapi sebuah tawaran dari kelompok pejuang kemerdekaan membuat hidupnya berubah total. 😱🇰🇷
Ga-kyeong harus menyamar dan menyusup ke Government-General of Joseon sebagai peserta pelatihan penerjemah. Misinya hanya berlangsung 100 hari—berpura-pura menjadi mata-mata, mengumpulkan informasi, lalu keluar sebelum identitasnya terbongkar. 🕵️♀️💣
Namun, keadaan menjadi semakin rumit ketika ia bertemu Kim Tae-woong, penerjemah elite yang ternyata memiliki hubungan dekat dengan kekuasaan kolonial. Di antara kebohongan, penyamaran, dan bahaya yang mengintai, perasaan justru mulai tumbuh di saat yang paling tidak seharusnya. ❤️🔥
⏳ 100 hari untuk menjalankan misi. Satu kesalahan bisa membongkar identitas. Dan satu perasaan bisa menghancurkan semuanya.