Kalau ditanya berapa lama Itachi hidup dalam penderitaan, jawabannya: hampir sepanjang hidupnya. Sejak kecil, Itachi sudah dipaksa melihat kengerian perang. Di usia yang masih sangat muda, ia menyaksikan kematian di medan perang—sesuatu yang seharusnya tidak dilihat oleh anak seusianya. Dari situlah beban mentalnya mulai terbentuk.
Puncak penderitaannya dimulai saat ia berusia sekitar 13 tahun, ketika ia harus memilih antara klannya atau desanya. Setelah membantai klan Uchiha demi mencegah perang, Itachi hidup sebagai buronan dan dicap sebagai penjahat. Ia harus menjauh dari orang yang paling ia cintai, yaitu Sasuke, sambil memikul rahasia yang tidak bisa ia ungkapkan ke siapa pun.
Jika dihitung, dari usia 13 tahun hingga kematiannya di sekitar usia 21 tahun, Itachi hidup sekitar 8 tahun dalam penderitaan penuh—belum termasuk trauma masa kecilnya. Selama waktu itu, ia sakit, kesepian, dibenci, dan terus berpura-pura menjadi villain demi melindungi desa dan adiknya.
Kesimpulannya, Itachi bukan hanya karakter kuat, tapi juga simbol pengorbanan. Ia hidup bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang lain—bahkan jika itu berarti menderita sampai akhir hidupnya.