Film horor Jepang Doll House (2025) menyajikan teror yang lahir bukan dari hantu, melainkan dari trauma, rasa bersalah, dan kehilangan seorang ibu. Kisah ini mengikuti Yoshi, yang perlahan terjebak dalam hubungan tidak sehat dengan sebuah boneka misterius setelah kematian tragis anaknya. Tanpa jumpscare murahan, film ini membangun ketegangan secara perlahan dan menekan, hingga penonton dipaksa mempertanyakan batas antara kenyataan dan ilusi. Sebuah horor psikologis yang meninggalkan rasa tidak nyaman bahkan setelah film berakhir.