"Manusia seringkali hanya melihat dinding sebagai pembatas—sesuatu yang mengakhiri pandangan dan menghentikan langkah. Kita lupa bahwa dinding yang bersih adalah cermin bagi cahaya yang datang dari arah yang tak terduga. Di Pesantren Al-Hikmah, Fahri sedang belajar tentang dinding itu. Bukan tentang betapa tinggi bata yang tersusun atau betapa tebal semen yang membalutnya, melainkan tentang bagaimana sebuah bidang bisu bisa menjadi saksi atas pantulan hidayah yang seringkali luput dari mata yang terburu-buru."
Repost is prohibited without the creator's permission.
"Manusia seringkali hanya melihat dinding sebagai pembatas—sesuatu yang mengakhiri pandangan dan menghentikan langkah. Kita lupa bahwa dinding yang bersih adalah cermin bagi cahaya yang datang dari arah yang tak terduga. Di Pesantren Al-Hikmah, Fahri sedang belajar tentang dinding itu. Bukan tentang betapa tinggi bata yang tersusun atau betapa tebal semen yang membalutnya, melainkan tentang bagaimana sebuah bidang bisu bisa menjadi saksi atas pantulan hidayah yang seringkali luput dari mata yang terburu-buru."