Pemilik gerobak kuliner Matcharaku di kawasan Alun-alun Selatan (Alkid) Yogyakarta kembali buka suara usai videonya yang mengeluhkan praktik pungutan liar viral di media sosial. Ia mengaku sempat diliputi keraguan dan dihubungi pihak tertentu yang mengancam serta memintanya menghapus video tersebut. Namun, keberaniannya muncul setelah melihat pemilik usaha Bolosego menyuarakan keresahan serupa, yang menyadarkannya bahwa praktik pungli juga menekan banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lainnya di Yogyakarta.
Meskipun ditekan untuk menurunkan unggahannya, pemilik Matcharaku bergeming dan memilih mempertahankan video tersebut sebagai bahan evaluasi bersama, terlebih pamannya yang merupakan anggota kepolisian telah memastikan kontennya tidak melanggar hukum. Viralnya kasus ini membuat lapak dagangannya ramai dikunjungi jurnalis dan warga yang datang langsung memberikan dukungan moril. Menganggap urusan pribadinya telah selesai, ia berharap peristiwa ini menjadi momentum perbaikan agar semboyan Jogja Berhati Nyaman benar-benar terwujud lewat lingkungan usaha yang sehat, ramah, dan aman bagi pelaku UMKM maupun wisatawan.
Koleksi ebook:
https://lynk.id/ebook.everywhere