Diangkat dari tokoh awal pengikut Sidharta Gautama (Buddha) (+/- 560 SM). Lahir dari putra seorang kepala Pendeta di istana Raja Pasenadi dari Kosala. Nama aslinya adalah Ahimsaka yang ketika kelahirannya diramalkan oleh seorang petapa bahwa kelak ia akan menjadi seorang pembunuh kejam yang membunuh ratusan orang. Ayahnya menyarankan untuk membunuh sang bayi, namun Raja yang bijak mengirimnya ke Taxila untuk di asuh dibawah bimbingan seorang pendeta. Ahimsaka sangat pandai dan patuh kepada gurunya. Namun dalam pencariannya mencari Inti Dharma, takdir menggiringnya menjadi seorang pembunuh berantai yang kejam. Hingga kemudian ia bertemu Sidharta Gautama dan menjelaskan tentang inti dari Dharma. Ia pun kemudian bertaubat dan menebus kesalahannya. Sebuah contoh penting akan potensi manusia dalam hal kemajuan spiritual dengan tanpa memandang akan latar belakang seseorang.
Dilarang memposting ulang tanpa izin dari Kreator.
Diangkat dari tokoh awal pengikut Sidharta Gautama (Buddha) (+/- 560 SM). Lahir dari putra seorang kepala Pendeta di istana Raja Pasenadi dari Kosala. Nama aslinya adalah Ahimsaka yang ketika kelahirannya diramalkan oleh seorang petapa bahwa kelak ia akan menjadi seorang pembunuh kejam yang membunuh ratusan orang. Ayahnya menyarankan untuk membunuh sang bayi, namun Raja yang bijak mengirimnya ke Taxila untuk di asuh dibawah bimbingan seorang pendeta. Ahimsaka sangat pandai dan patuh kepada gurunya. Namun dalam pencariannya mencari Inti Dharma, takdir menggiringnya menjadi seorang pembunuh berantai yang kejam. Hingga kemudian ia bertemu Sidharta Gautama dan menjelaskan tentang inti dari Dharma. Ia pun kemudian bertaubat dan menebus kesalahannya. Sebuah contoh penting akan potensi manusia dalam hal kemajuan spiritual dengan tanpa memandang akan latar belakang seseorang.