Yessy mencintai Husen selama bertahun-tahun dan selalu setia sebagai asistennya. Namun, satu malam yang tak terduga mengubah hidupnya selamanya. Karena Husen mabuk, Yessy mengandung anaknya, dan mereka menikah secara diam-diam.
Yessy berpikir pernikahan ini adalah awal kebahagiaan, tetapi kenyataannya justru menjadi mimpi buruk. Husen masih terobsesi dengan cinta pertamanya, bahkan rela menyakiti istri dan anaknya demi wanita lain.
Pada akhirnya, Yessy sadar bahwa bertahan hanya akan membuatnya semakin terluka. Dengan keberanian, ia memilih pergi dan memulai hidup baru bersama anaknya, tanpa pernah memaafkan Husen.
Terkadang, cinta yang salah hanya membawa luka.
Bagaimana menurut kalian? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!