Di sudut galaksi yang jauh dari jangkauan manusia, berdirilah Planet Unicorn,sebuah dunia bercahaya lembut yang tak pernah mengenal malam sepenuhnya. Di sanalah Princess Zora, gadis alien pewaris cahaya dan pemimpin masa depan planet itu, menjalani takdirnya. Ia dicintai rakyatnya, dihormati karena kebijaksanaannya, dan terlihat sempurna di mata siapa pun yang memandangnya. Namun di balik mahkota dan cahaya bintang yang mengelilinginya, Zora menyimpan satu rahasia: hatinya tertinggal di sebuah planet kecil bernama Bumi.
Di Bumi, Marta hidup sebagai manusia biasa. Tidak memiliki kekuatan kosmik atau kemampuan menjelajah galaksi. Ia menjalani hari-harinya dengan sederhana. Bekerja, tersenyum, memperbaiki hidupnya sedikit demi sedikit. Dari luar, hidup Marta terlihat jauh lebih baik dibanding masa lalunya. Ia lebih stabil, lebih dewasa, lebih kuat. Namun di dalam hatinya, ada ruang sunyi yang tak pernah benar-benar terisi.
Dahulu, Zora pernah turun ke Bumi. Ia belajar tentang hujan, tentang luka, tentang manusia yang tetap memilih baik meskipun hatinya hancur. Dari Marta, Zora memahami arti ketulusan tanpa syarat, tentang menjadi diterima bukan karena status atau cahaya yang dimiliki, melainkan karena keberadaan yang sederhana. Bersama Marta, Zora menemukan sesuatu yang tak ia temukan di Planet Unicorn: rasa pulang.
Namun takdir memisahkan mereka. Tanggung jawab sebagai putri galaksi memanggil Zora kembali ke planetnya. Marta pun harus menerima kenyataan bahwa tidak semua yang indah bisa tinggal selamanya. Sejak itu, mereka hidup di dua dunia berbeda dan dipisahkan jarak yang tak mungkin dijangkau oleh tangan manusia.