Setiap pintu yang tertutup menyimpan rahasia. Ada yang menyimpan tawa, ada yang menyembunyikan tangis, dan ada pula yang menyimpan perjuangan yang melelahkan. Bagiku, Kamar 207 awalnya hanyalah sumber kekesalan; sebuah titik hitam di lorong kos yang bersih. Aku terlalu sibuk menutup hidung karena bau sampahnya, sampai aku lupa membuka mata untuk melihat luka di baliknya. Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah plastik sampah bocor meruntuhkan tembok prasangka yang kubangun tinggi-tinggi.