“Sekolah Roh Asing” adalah sebuah drama fantasi kampus yang sarat misteri dan ketegangan. Ceritanya berpusat pada sekelompok mahasiswa yang semula mengira akan menikmati kehidupan kuliah malam yang santai, namun tiba-tiba terjebak dalam sebuah permainan aturan yang misterius. Suatu pagi, sebuah pesan WeChat misterius dari seniorku memecah ketenangan: “Jangan ikut kuliah pagi, atau kau akan mati.” Namun, dosen pembimbing tiba-tiba mengumumkan bahwa semua perkuliahan dialihkan ke malam hari, sementara jadwal kuliah masih mencantumkan jam kuliah pagi. Menghadapi kontradiksi ini, para tokoh utama tenggelam dalam kecemasan yang mendalam.
Seiring perkembangan cerita, mereka perlahan menyadari bahwa di balik kampus yang tampak biasa itu tersembunyi sebuah “dunia aturan” yang kejam. Ruang kelas dipenuhi noda darah, para teman sekelas satu demi satu meninggal secara misterius, dan mereka yang berani melawan aturan pun tak luput dari nasib buruk. Yang lebih mencekam lagi, ternyata di kampus itu sama sekali tidak ada yang namanya “gedung laboratorium”, sementara munculnya guru berbaju merah semakin menandai datangnya krisis yang lebih besar. Dalam setiap pilihan hidup dan mati, para protagonis bukan hanya harus memecahkan aturan-aturan yang absurd sekaligus mematikan itu, tetapi juga harus berhadapan dengan ketakutan batin dan pergulatan manusiawi mereka sendiri.
Di tengah cerita, masing-masing karakter dengan watak yang berbeda-beda menunjukkan kepiawaiannya: Chen Yanci yang tenang dan rasional, Fu Wen yang impulsif dan nekat, serta Gu Zihan yang tekun dan gigih dalam belajar. Mereka saling menguatkan di tengah situasi genting, namun di balik itu semua tersimpan pula rasa curiga satu sama lain. Seiring kebenaran perlahan terungkap, mereka pun terpaksa bertanya: apakah harus memilih untuk menuruti aturan dan bertahan hidup dengan cara pasrah, atau berani menantang aturan demi mencari jalan keluar? Lalu, di balik semua ini, sebenarnya rahasia dan konspirasi apa yang tersembun