“Man Gui Ying” mengisahkan serangkaian kejadian aneh yang dialami sekelompok mahasiswa dalam keseharian mereka di asrama. Tokoh utama, Zheng Qianfei, adalah seorang gadis yang ceria; suatu hari ia bermimpi tentang sebuah nomor telepon misterius, dan atas “peringatan” teman sekamarnya, Huo Qing, ia pun menambahkan nomor tersebut sebagai teman WeChat. Namun, ketika ia dengan penuh semangat memulai obrolan daring dengan “pujaan hati dalam mimpinya”, ia justru mendapati bahwa orang itu tampak menyimpan rahasia yang tak terungkap. Sementara itu, Huo Qing, sang teman sekamar yang pendiam dan selalu muram, kerap berujar bahwa pacar Zheng Qianfei bukanlah manusia hidup, bahkan menyebutnya “orang mati”. Ucapan-ucapan Huo Qing membuat Zheng Qianfei marah sekaligus bingung, tetapi seiring hubungan keduanya semakin erat, Zheng Qianfei mulai menyadari berbagai keanehan pada sang pacar—ia sama sekali tidak pernah melakukan panggilan suara atau video, bahkan fotonya pun tampak ganjil dan buram. Yang lebih mencemaskan lagi, Huo Qing seolah-olah mengetahui semua detail itu dengan sangat jelas, seakan telah lama menembus tabir kebenaran.
Seiring perkembangan cerita, sahabat Zheng Qianfei, Lin Anran, dan yang lainnya pun ikut terseret ke dalam pusaran misteri. Mereka berusaha menenangkan Zheng Qianfei sambil merasa terguncang oleh ucapan-ucapan Huo Qing. Huo Qing tidak hanya mempertanyakan hubungan cinta Zheng Qianfei, tetapi juga terus-menerus menyebut topik-tabu seperti “kematian” dan “hantu”, sehingga suasana di seluruh asrama menjadi tegang dan sesak. Ketika semua orang mengira ini hanyalah omong kosong belaka, tiba-tiba muncul berbagai fenomena yang tak terjelaskan: ketukan pintu di tengah malam, bayangan di cermin, serta pesan-pesan aneh dari sang pacar… Semua itu membuat Zheng Qianfei tak dapat lagi mengabaikan situasinya dan harus mempertimbangkan kembali langkah-langkahnya, sekaligus membuka tabir kebenaran yang tersembunyi di balik sosok Huo Qing.
Konflik inti cerita berki