Di tengah riuhnya hari libur panjang, sebuah paket misterius tiba di hadapan Nobita, dikirimkan langsung oleh Suneo yang tengah menikmati liburan mewahnya di Hawaii. Alih-alih berisi buah tangan yang manis, paket tersebut justru sarat akan teror mental: tumpukan foto Suneo yang tengah memamerkan kebahagiaannya di bawah terik khatulistiwa, lengkap dengan secarik surat yang hanya dipenuhi untaian kesombongan yang menusuk kalbu. Terbakar oleh rasa iri yang merobek dada, Nobita merengek kepada Ibunya, memohon dengan linangan air mata agar keluarga mereka turut bertolak ke Hawaii. Namun, jeritan hati tersebut sama sekali tidak diacuhkan, menyisakan Nobita dalam kubang kekecewaan yang mendalam.
Enggan menyerah pada nasib, Nobita mencoba menghasut Doraemon untuk melarikan diri ke Hawaii. Namun, sang robot kucing menolak mentah-mentah rencana instan menggunakan Pintu Kemana Saja. Bagi Doraemon, esensi dari sebuah petualangan sejati adalah mengarungi samudra luas menggunakan pesawat terbang atau kapal laut! Sayangnya, impian megah itu mendadak kandas karena Doraemon mengakui bahwa dirinya tidak memiliki satu pun dari kedua moda transportasi tersebut.
Dengan hati yang hancur berkeping-keping, Nobita menyeret langkah kakinya menuju kediaman Shizuka, di mana Giant dan Dekisugi rupanya telah berkumpul untuk mengadakan forum evaluasi—sebuah ajang pembuktian mengenai pencapaian apa saja yang telah mereka lakukan selama libur panjang. Di tengah jalannya diskusi, sebuah skandal mengejutkan terbongkar: Giant dengan bangga memamerkan sepotong stalaktit berharga yang ia rampas secara ilegal saat berkunjung ke sebuah gua kapur eksotis!
Sekembalinya Nobita ke rumah dengan membawa sekeranjang drama sosial tersebut, Doraemon menyambutnya dengan sebuah gawai manipulasi evolusi bumi bernama "Pistol Pengompres Miliaran Tahun" (Nen-getsu Asshuku Gan). Gawai futuristik berbentuk pistol makro-sains ini memiliki kemampuan absolut untuk mempercepat fenomena alam yang membutuhkan waktu jutaan ta