Anto, seorang karyawan warung makan, berdiri di atas jembatan sambil merenungkan permasalahan hidup yang sedang ia hadapi. Dua sahabatnya, Dimas dan Indra, bersama warga yang melihatnya, segera memaksanya turun karena khawatir ia akan melompat untuk bunuh diri. Anto membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya sedang terdesak oleh tuntutan mahar sebesar 150 juta rupiah dari ibu pacarnya, Andini. Di sisi lain, Indra juga tengah terlilit utang pinjaman online sebesar 85 juta rupiah akibat penipuan melalui telepon. Indra kemudian mengusulkan sebuah ritual yang diyakini dapat membuat mereka kaya, yaitu ritual sate gagak. Ia mengetahui ritual tersebut dari buku mantra pesugihan kuno milik kakeknya yang seorang dukun. Meski awalnya ragu, Anto akhirnya setuju setelah mengetahui bahwa ibu Andini berencana menjodohkan putrinya dengan seorang penjual daging di pasar.