Di mata Doma, manusia adalah makhluk yang menyedihkan. Ketika mereka datang bersujud dan memohon agar dibimbing menuju surga, Doma justru menangis—bukan karena empati, melainkan karena rasa iba atas kebodohan mereka. Baginya, surga dan dewa hanyalah dongeng yang diciptakan manusia untuk menghibur diri dari kenyataan pahit bahwa kematian hanyalah ketiadaan