Latar belakang film "Bumi Manusia" mencakup periode akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Film ini diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo, menampilkan kisah cinta antara Minke, seorang pemuda pribumi, dengan Annelies, seorang gadis Indo-Belanda. Film ini juga menyoroti perjuangan Nyai Ontosoroh dalam mengelola perusahaan pertanian dan melawan ketidakadilan kolonial.
Detail Latar Belakang:
Periode Waktu:
Film ini berlatar belakang pada masa penjajahan Belanda, khususnya akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Lokasi:
Meskipun novelnya berlatar di berbagai tempat, filmnya mengambil setting di Sidoarjo, Jawa Timur, yang pada masa itu merupakan bagian dari Hindia Belanda.
Tema:
"Bumi Manusia" mengangkat tema cinta, perjuangan, dan perlawanan terhadap penindasan kolonial.
Karakter Utama:
Minke: Seorang pemuda pribumi terdidik yang berjuang untuk kesetaraan dan melawan ketidakadilan.
Annelies: Gadis Indo-Belanda yang menjadi pujaan hati Minke.
Nyai Ontosoroh: Perempuan pribumi yang kuat dan cerdas, berhasil mengelola perusahaan pertanian milik suaminya.
Nilai-nilai yang Diangkat:
Film ini juga menyoroti nilai-nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan semangat juang rakyat Indonesia dalam menghadapi penjajahan.
Kontroversi:
Pemilihan Iqbaal Ramadhan sebagai Minke sempat menuai kontroversi karena imejnya yang lekat dengan karakter Dilan, namun juga dianggap berhasil menarik perhatian generasi muda pada film ini.